Bagian artikel ini menunjukkan bagaimana pernyataan-pernyataan dapat mengevaluasi ungkapan-ungkapan untuk menentukan ke mana arah sebuah program C seharusnya diproses.
- 5.1. Menguji Ekspresi-ekspresi [ video ]
- 5.2. Mencabangkan Pencabang (switch) [ video ]
- 5.3. Perulangan (loop) Sebuah Bilangan [ video ]
- 5.4. Perulangan Kondisi Bernilai Benar (while true) [ video ]
- 5.5. Keluar dari Perulangan [ video ]
- 5.6. Menuju ke Label-Label [ video 1 ] [ video 2 ]
- 5.7. Ringkasan
Catatan:
- Silahkan Anda mengeklik icon menu
untuk berpindah subbagian.
- Video pelengkap dalam tutorial ini akan lebih jelas dilihat dengan resolusi 720p dan mode Full screen.

5.1. Menguji Ekspresi-ekspresi
Kata kunci if
digunakan untuk melakukan uji kondisional dasar yang mengevaluasi sebuah ekspresi atau ungkapan yang diberikan untuk memberikan keluaran sebuah boolean, berupa nilai benar atau salah. Pernyataan-pernyataan yang berada di dalam kurung kurawal yang diikuti dengan evaluasi hanya akan dieksekusi atau dijalankan saat ungkapan diketahui bernilai benar. Jadi, sintaks sebuah pernyataan uji if
dapat dilihat seperti berikut:
if ( ungkapan-uji ) { pernyataan-yang-dieksekusi-ketika-bernilai-benar }
Kemungkinan terdapat beberapa pernyataan yang dieksekusi ketika pengujiannya bernilai benar namun setiap pernyataan harus diakhiri dengan tanda titik-koma ;
(semi-colon).
Terkadang bisa jadi Anda ingin mengevaluasi beberapa ungkapan untuk menentukan apakah sebuah atau beberapa pernyataan seharusnya dijalankan dan itu bisa dicapai dengan dua cara. Operator logika && AND
bisa digunakan untuk menjamin bahwa pernyataan-pernyataan hanya akan dijalankan ketika dua ungkapan diketahui keduanya bernilai benar dengan sintaks berikut:
if ( (ungkapan-uji-1) && (ungkapan-uji-2) ) { pernyataan-yang-dijalankan }
Sebagai alternatif, beberapa pernyataan if
dapat “disarangkan”, satu di dalam lainnya, untuk menjamin pernyataan-pernyataan hanya akan dijalankan ketika kedua ungkapan yang dievaluasi diketahui bernilai benar, seperti berikut:
if ( ungkapan-uji-1 )
{
if ( ungkapan-uji-2 ) { pernyataan-yang-dijalankan }
}
Saat satu atau lebih ungkapan yang dievaluasi oleh sebuah pernyataan uji if
diketahui bernilai salah maka pernyataan di dalam tanda kurung kurawal tidak dijalankan dan program diproses ke kode selanjutnya.
Sering pula diinginkan untuk memperluas sebuah pernyataan if
yaitu dengan menambahkan sebuah pernyataan else
dengan menentukan pernyataan-pernyataan dalam kurung kurawal yang dijalankan ketika ungkapan yang dievaluasi oleh pernyataan if
diketahui bernilai salah, dengan sintaks berikut:
if ( ungkapan-uji )
{ pernyataan-yang-dijalankan-ketika-bernilai-benar }
else
{ pernyataan-yang-dijalankan-ketika-bernilai-salah }
Hal tersebut merupakan sebuah teknik pemrograman dasar yang menawarkan dua arah proses dalam program, bergantung pada hasil evaluasi, dan dikenal sebagai “pencabangan kondisional”.
-
Mulailah sebuah program baru dengan sebuah instruksi prapemroses untuk mengikutsertakan fungsi-fungsi dalam pustaka masukan/keluaran standar.
#include <stdio.h>
-
Tambahkan sebuah fungsi
main()
yang mengeluarkan sebuah pernyataan ketika ungkapan uji diketahui bernilai benar.int main() { if ( 10 > 7){ printf( "Ya, 7 bernilai lebih besar daripada 1\n" ) ; } }
-
Selanjutnya, dalam blok fungsi
main()
, keluarkan sebuah pernyataan ketika dua ungkapan yang diuji keduanya diketahui bernilai benar.if ( 10 > 7) { if ( 12 > 8 ) { printf( "10 lebih besar daripada 7 dan 12 lebih besar daripada 8.\n" ) ; } }
-
Sekarang, keluarkan sebuah pernyataan bawaan (default) setelah dua ungkapan uji diketahui keduanya bernilai salah.
if( 5 > 7 ) { printf( "Ungkapan pertama bernilai benar.\n" ) ; } else if ( 5 > 8 ) { printf( "Ungkapan kedua bernilai benar.\n" ) ; } else { printf( "Kedua ungkapan bernilai salah.\n" ) ; }
-
Pada akhir blok fungsi
main()
berikan keluaran sebuah nilai bilangan bulat nol seperti yang disyaratkan oleh deklarasi fungsi.return 0 ;
-
Simpanlah berkas program kemudian kompilasi dan jalankan program untuk melihat keluaran uji-uji kondisional.
Secara keseluruhan, Anda dapat melihat langkah-langkah tersebut dalam Video 5.1 (silahkan Anda pilih mode Full screen dan resolusi 720p untuk tampilan video yang lebih jelas):

5.2. Mencabangkan Pencabang (switch)
Pencabangan kondisional yang dilakukan dengan melibatkan beberapa pernyataan if else
sering dapat dikerjakan secara efisien dengan sebuah pernyataan pencabang switch
ketika ungkapan uji hanya mengevaluasi kondisi tunggal.
Pernyataan switch
bekerja dengan cara yang tidak biasa. Ia mengambil sebuah nilai yang diberikan sebagai argumen parameter kemudian mencari kecocokan dengan sejumlah nilai pernyataan case
. Kode yang dijalankan ketika sebuah kecocokan ditemukan diikutsertakan dalam setiap pernyataan case
.
Untuk mengakhiri setiap pernyataan case
digunakan sebuah kata kunci break
sehingga pernyataan switch
akan keluar atau dihentikan ketika sebuah kecocokan ditemukan tanpa mencari lebih jauh kecocokan selanjutnya — terkecuali itu sengaja dibutuhkan.
Sebagai pilihan, pernyataan-pernyataan case
dapat diikuti dengan sebuah pernyataan akhir tunggal default
untuk menentukan kode yang dijalankan ketika tidak ada kecocokan yang ditemukan dalam pernyataan case
yang ada. Sintaks sebuah pernyataan pencabangan dapat dilihat seperti berikut:
switch ( nilai-uji )
{
case nilai-cocok-1 : pernyataan-untuk-dijalankan-ketika-cocok-1 ; break ;
case nilai-cocok-2 : pernyataan-untuk-dijalankan-ketika-cocok-2 ; break ;
case nilai-cocok-3 : pernyataan-untuk-dijalankan-ketika-cocok-3 ; break ;
case default : pernyataan-untuk-dijalankan-ketika-tidak-ada-yang-cocok ; break ;
}
Berdasarkan standar ANSI C, sebuah pernyataan switch
bisa memiliki paling sedikit 257 pernyataan kasus, namun tidak ada dua pernyataan case
mencoba untuk mencocokkan nilai yang sama.
Ketika sejumlah nilai kecocokan masing-masing menjalankan pernyataan yang sama maka hanya pernyataan case
akhir untuk pernyataan yang dijalankan perlu diikutsertakan dan pernyataan break
untuk keluar dari blok pernyataan switch
. Sebagai contoh, untuk memberi keluaran pesan yang sama untuk nilai-nilai cocok 0, 1, dan 2:.
switch ( v__nomor )
{
case 0 :
case 1 :
case 2 : printf( "Kurang dari 3\n" ) ; break ;
case 3 : printf( "Tepat bernilai 3\n" ) ; break ;
default: printf( "Lebih besar daripada 3 atau kurang dari nol\n" ) ;
}
-
Mulailah sebuah program baru dengan sebuah instruksi prapemroses untuk mengikutsertakan fungsi-fungsi dalam pustaka masukan/keluaran standar.
#include <stdio.h>
-
Tambahkan sebuah fungsi
main()
yang mendeklarasikan dan menginisialisasi sebuah variabel bilangan bulat dan sebuah variabel karakter.int main() { int v__nomor = 2 ; char v__huruf = 'b' ; }
-
Selanjutnya, dalam blok fungsi
main()
masukkan sebuah pernyataan pencabangan yang mencoba untuk mencocokkan nilai bilangan bulat.switch ( v__nomor ) { case 1 : printf( "Angka satu.\n" ) ; break ; case 2 : printf( "Angka dua.\n" ) ; break ; case 3 : printf( "Angka tiga.\n" ) ; break ; default : printf( "Angka tidak dikenali." ) ; }
-
Sekarang masukkan sebuah pernyataan pencabangan yang mencoba untuk mencocokkan nilai karakter.
switch ( v__huruf ) { case 'a' : case : 'b' : case 'c' : printf( "Hurufnya adalah %c\n" , v__huruf ) ; break ; default : printf( "Huruf tidak dikenali.\n" ) ; }
-
Pada akhir blok fungsi
main()
berikan nilai keluaran bilangan bulat nol sesuai yang disyaratkan oleh deklarasi fungsi.return 0 ;
-
Simpanlah berkas program kemudian kompilasi dan jalankan program untuk melihat keluaran pernyataan-pernyataan pencabangan.
Secara keseluruhan, Anda dapat melihat langkah-langkah tersebut dalam Video 5.2 (silahkan Anda pilih mode Full screen dan resolusi 720p untuk tampilan video yang lebih jelas):

5.3. Perulangan (loop) Sebuah Bilangan
Sebuah perulangan merupakan sepenggal kode dalam sebuah program yang secara otomatis diulangi. Satu eksekusi lengkap semua pernyataan dalam sebuah perulangan disebut sebagai satu “iterasi”, atau satu “lewatan”. Banyaknya sebuah perulangan dikendalikan oleh uji kondisional yang dibuat di dalam perulangan. Ketika ungkapan yang diuji diketahui bernilai benar maka perulangan akan berlanjut — hingga ungkapan uji diketahui bernilai salah, pada titik perulangan berakhir.
Dalam pemrograman C terdapat tiga tipe struktur perulangan — perulangan for
, perulangan while
, dan perulangan do while
, yang memiliki sintaks sebagai berikut:
for ( penginisialisasi ; ungkapan-uji ; penambah-cacah ) { pernyataan-pernyataan }
Penginisialisasi digunakan untuk menata sebuah nilai awal bagi sebuah pencacah sebanyak iterasi yang dibuat oleh perulangan. Sebuah variabel bilangan bulat digunakan untuk tujuan tersebut dan umumnya diberi nama “i
“.
Pada setiap iterasi perulangan, ungkapan uji dievaluasi dan iterasi tersebut akan hanya berlanjut bila ungkapan tersebut bernilai benar. Saat ungkapan uji bernilai salah maka perulangan berhenti seketika tanpa mengeksekusi pernyataan lagi. Melalui setiap iterasi, nilai pencacah bertambah kemudian pernyataan dijalankan.
Perulangan dapat disarangkan, satu di dalam lainnya, untuk mengizinkan eksekusi lengkap semua iterasi perulangan anak pada setiap iterasi perulangan induk.
-
Mulailah sebuah program baru dengan sebuah instruksi prapemroses untuk mengikutsertakan fungsi-fungsi masukan/keluaran standar.
#include <stdio.h>
-
Tambahkan sebuah fungsi
main()
yang mendeklarasikan dua variabel bilangan bulat untuk nantinya digunakan sebagai cacah iterasi perulangan.int main() { int i , j ; }
-
Selanjutnya dalam blok fungsi
main()
, masukkan sebuah perulanganfor
untuk mengeluarkan nilai pencacah perulangan pada ketiga iterasi.for( i = 1 ; i < 4 ; i++ ) { printf( "Iterasi perulangan induk %d\n" , i ) ; }
-
Pada akhir blok fungsi
main()
berikan keluaran nilai sebuah bilangan bulat nol seperti yang disyaratkan saat mendeklarasikan fungsi.return 0 ;
-
Simpanlah berkas program kemudian kompilasi dan jalankan program untuk melihat keluaran perulangan
for
.GAMBAR
-
Sekarang, dalam blok perulangan masukkan sebuah perulangan bersarang tepat setelah pernyataan keluaran yang ada untuk mengeluarkan nilai pencacah perulangan pada ketiga iterasi perulangan anak.
for ( j = 1 ; j < 4 ; j++ ) { printf( "\tIterasi perulangan anak %d\n" , j ) ; }
-
Simpanlah berkas program kemudian kompilasi dan jalankan program sekali lagi untuk melihat kedua perulangan.
Secara keseluruhan, Anda dapat melihat langkah-langkah tersebut dalam Video 5.3 (silahkan Anda pilih mode Full screen dan resolusi 720p untuk tampilan video yang lebih jelas):

5.4. Perulangan Kondisi Bernilai Benar (while true)
Sebuah perulangan while
merupakan sebuah alternatif perulangan for
yang telah dijelaskan pada contoh-contoh sebelumnya. Perulangan while
juga membutuhkan penginisialisasi, ungkapan uji, dan sebuah penambah cacah, namun kesemuanya itu tidak dimasukkan ke dalam tanda kurung tunggal seperti pada perulangan for
.
Penginisialisasi harus diletakkan di sebelum blok perulangan dimulai, dan ungkapan uji harus diletakkan di dalam tanda kurung setelah kata kunci while
, kemudian diikuti dengan tanda kurung kurawal yang berisi penambah cacah dan pernyataan yang hendak dijalankan pada setiap iterasi:
penginisialisasi
while ( ungkapan-uji )
{ pernyataan-yang-hendak-dijalankan ; penambah cacah ; }
Baik perulangan while
maupun do while
akan memroses iterasi hingga ungkapan uji diketahui bernilai salah, pada titik ketika perulangan akan keluar atau terhenti. Oleh karena itu, merupakan hal yang mendasar bahwa bagian perulangan mengandung kode, pada suatu titik, yang akan mengubah hasil evaluasi ungkapan uji — alih-alih tercipta sebuah perulangan yang tak berujung sehingga akan mengunci sistem.
Perbedaan yang signifikan antara sebuah perulangan while
dan do while
yaitu bahwa sebuah perulangan while
tidak akan membuat sebuah iterasi jika ungkapan uji bernilai salah pada evaluasi pertamanya. Sangat berbeda dengan perulangan do while
yang akan selalu akan membuat paling sedikit satu iterasi karena pernyataannya dijalankan sebelum evaluasi dibuat.
Sebagai saran yang baik, sebuah perulangan for
sebaiknya digunakan untuk melakukan sejumlah iterasi tertentu, sedangkan sebuah perulangan while
paling baik digunakan untuk melakukan iterasi hingga suatu kondisi tertentu terpenuhi.
Perulangan merupakan pasangan yang sempurna saat digunakan bersama dengan larik mengingat setiap iterasi dapat membaca atau menulis ke anggota-anggota larik secara berurutan.
-
Mulailah sebuah program baru dengan sebuah instruksi prapemroses untuk mengikutsertakan fungsi-fungsi dalam pustaka masukan/keluaran standar.
#include <stdio.h>
-
Tambahkan sebuah fungsi
main()
yang mendeklarasikan sebuah variabel pencacah kemudian deklarasikan dan inisialisasikan sebuah variabel larik yang memiliki tiga anggota.int main() { int i , v__larik[3] = { 10 , 20 , 30 } ; }
-
Selanjutnya dalam blok fungsi
main
, masukkan sebuah perulanganwhile
yang memberikan keluaran nomor setiap anggota dan nilai yang dikandungnya.i = 0 ; while ( i < 3 ) { printf( "Perulangan - while: v__larik[%d] = %d\n" , i , v__larik[i] ) ; i++ ; }
-
Sekarang masukkan sebuah perulangan
do while
yang juga memberikan keluaran nomor setiap anggota larik dan juga nilai yang dikandungnya.i = 0 ; do { printf( "\nPerulangan - do while: v__larik[%d] = %d" , i , v__larik[i] ) ; i++ ; } while ( i < 3 )
-
Pada akhir blok fungsi
main()
berikan keluaran sebuah bilangan bulat nol seperti yang disyaratkan pada saat pendeklarasian fungsi.return 0 ;
-
Simpanlah berkas program kemudian kompilasi dan jalankan program untuk melihat keluaran yang sangat identik dari perulangan-perulangan tersebut.
Secara keseluruhan, Anda dapat melihat langkah-langkah tersebut dalam Video 5.4 (silahkan Anda pilih mode Full screen dan resolusi 720p untuk tampilan video yang lebih jelas):

5.5. Keluar dari Perulangan
Kata kunci break
dapat digunakan untuk menghentikan sebuah perulangan secara prematur saat sebuah kondisi tertentu terpenuhi. Pernyataan break
ditempatkan di dalam blok pernyataan perulangan dan didahului oleh sebuah ungkapan uji.
Ketika pengujian memberikan nilai benar maka perulangan berhenti seketika dan program lanjut memroses tugas berikutnya. Sebagai contoh, dalam sebuah perulangan bersarang maka setelah proses perulangan anak yang diproses selanjutnya adalah iterasi perulangan induk.
-
Mulailah sebuah program baru dengan sebuah instruksi prapemroses untuk mengikutsertakan fungsi-fungsi dalam pustaka masukan/keluaran standar.
#include <stdio.h>
-
Tambahkan sebuah fungsi utama yang mendeklarasikan dua variabel bilangan bulat untuk digunakan nantinya sebagai pencacah iterasi perulangan.
int main() { int i , j ; }
-
Selanjutnya, dalam blok fungsi
main()
masukkan dua perulangan bersarang untuk memberikan keluaran nilai cacah mereka pada setiap iterasi dari total tiga iterasi.for( i = 1 ; i < 4 ; i++ ) { for( j = 1 ; j < 4; j++) { printf( "Menjalankan i=%d j=%d\n" , i , j ) ; } }
-
Pada akhir blok fungsi
main()
berikan keluaran sebuah bilangan bulat nol seperti yang disyaratkan pada saat pendeklarasian fungsi.return 0 ;
-
Simpanlah berkas program kemudian kompilasi dan jalankan program untuk melihat keluaran dari perulangan bersarang.
-
Sekarang masukkan pernyataan
break
pada posisi paling awal blok perulangan anak untuk menghentikan perulangannya — kemudian simpan, kompilasim dan jalankan program sekali lagi.if( i == 2 && j == 1 ) { printf( "Hentikan perulangan saat i=%d dan j=%d\n" , i , j ) ; break ; }
Kata kunci continue
dapat digunakan untuk melewatkan iterasi tunggal sebuah perulangan ketika sebuah kondisi tertentu dipenuhi. Pernyataan continue
ditempatkan di dalam blok pernyataan perulangan dan didahului oleh sebuah ungkapan uji. Saat pengujian memberikan nilai benar maka iterasi tunggal tersebut dihentikan.
-
Masukkan pernyataan
continue
pada awal blok perulangan anak untuk melewatkan iterasi pertamanya — kemudian simpan, kompilasi, dan jalankan program kembali.if( i == 1 && j == 1 ) { printf( "Lanjutkan perulangan anak saat i=%d dan j=%d\n" , i , j ) ; continue ; }
Secara keseluruhan, Anda dapat melihat langkah-langkah tersebut dalam Video 5.5 (silahkan Anda pilih mode Full screen dan resolusi 720p untuk tampilan video yang lebih jelas):

5.6. Menuju ke Label-Label
Kata kunci goto
ditujukan untuk mengizinkan alur program melompat ke label-label pada titik-titik lain dalam kode program, sama seperti sebuah hyperlink pada sebuah halaman web. Namun, dalam kenyataannya itu dapat menyebabkan terjadinya kesalahan, penggunaannya tidak disukai, dan dianggap sebagai bentuk praktik pemrograman yang buruk.
Lompatan yang dibuat kata kunci goto
merupakan sebuah fitur yang hebat yang telah ada dalam program komputer selama beberapa dekade, namun kehebatannya disalahgunakan oleh para pemrogram terdahulu yang menciptakan program-program dengan lompatan-lompatan yang sulit untuk diikuti. Hal tersebut menghasilkan kode program yang tidak dapat dibaca sehingga penggunaan goto
menjadi sangat tidak populer.
Mungkin, salah satu penggunaan kata kunci goto
yang benar adalah untuk menghentikan sebuah perulangan anak dengan melompat ke sebuah label tepat setelah akhir blok perulangan induknya. Hal tersebut membuat kedua perulangan terhenti seketika sehingga tidak ada iterasi lebih lanjut dari keduanya yang dijalankan.
-
Mulailah sebuah program baru dengan sebuah instruksi prapemroses untuk mengikutsertakan fungsi-fungsi dalam pustaka masukan/keluaran standar.
#include <stdio.h>
-
Tambahkan sebuah fungsi
main()
yang mendeklarasikan dua variabel bilangan bulat yang nantinya digunakan sebagai pencacah iterasi perulangan.int main() { int i , j ; }
-
Selanjutnya, di dalam blok fungsi
main()
masukkan dua perulangan bersarang untuk memberikan keluaran nilai-nilai cacah mereka pada setiap iterasi dari tiga iterasi total.for ( i = 1 ; i < 4 ; i++ ) { for ( j = 1 ; j < 4 ; j++ ) { printf( "Menjalankan i=%d j=%d\n" , i , j ) ; } }
-
Masukkan sebuah pernyataan pada baris pertama perulangan anak untuk melompat ke sebuah label bernama “labelAkhir” pada sebuah nilai cacah tertentu.
if ( i == 2 && j == 1 ) { goto labelAkhir ;}
-
Sekarang masukkan label tersebut setelah tutup kurung kurawal perulangan induk.
} labelAkhir:
-
Pada akhir blok fungsi
main()
berikan keluaran sebuah bilangan bulat bernilai nol seperti yang disyaratkan pada saat pendeklarasian fungsi.return 0 ;
-
Simpanlah berkas program kemudian kompilasi dan jalankan program untuk melihat terhentinya perulangan setelah melompat.
Secara keseluruhan, Anda dapat melihat langkah-langkah tersebut dalam Video 5.6 (silahkan Anda pilih mode Full screen dan resolusi 720p untuk tampilan video yang lebih jelas):
Salah satu alternatif untuk menghindari penggunaan kata kunci goto
adalah dengan memeriksa sebuah variabel boolean
yang bernilai benar (1) pada setiap iterasi masing-masing perulangan.
-
Tambahkan variabel lain ke deklarasi variabel yang ada dan inisialisasi dengan sebuah nilai benar yang bernilai satu.
int i , j , v__tanda = 1 ;
-
Masukkan sebuah uji kondisional nilai variabel yang baru di awal perulangan induk dan anak tepat sebelum keluaran pernyataan.
if ( v__tanda )
-
Ubahlah baris pertama perulangan anak untuk menggantikan pernyataan
goto
dengan menyematkan sebuah nilai salah yang bernilai nol.if ( i == 2 && j == 1 ) { v__tanda = 0 ; }
-
Hapuslah label
labelAkhir:
pada penutup kurung kurawal yang sudah tidak berguna kemudian simpan, kompilasi, dan jalankan program kembali untuk melihat keluaran hasil yang sama seperti sebelumnya.
Secara keseluruhan, Anda dapat melihat langkah-langkah tersebut dalam Video 5.6-1 (silahkan Anda pilih mode Full screen dan resolusi 720p untuk tampilan video yang lebih jelas):

5.7. Ringkasan
- Kata kunci
if
mengerjakan sebuah uji kondisional dasar untuk mengevaluasi sebuah ungkapan yang diberikan untuk memberikan sebuah keluaran boolean yang bernilai benar atau salah. - Kata kunci
else
digunakan untuk menyediakan pernyataan-pernyataan alternatif yang dijalankan saat sebuah evaluasi pernyataanif
bernilai salah. - Menawarkan arah-arah alternatif yang diproses dalam sebuah program setelah sebuah evaluasi dikenal sebagai “pencabangan kondisional”.
- Pencabangan kondisional yang dilakukan oleh beberapa pernyataan
if else
sering bisa dilakukan dengan lebih efisien menggunakan sebuah pernyataanswitch
. - Pada umumnya, pernyataan-pernyataan
case
di dalam sebuah blokswitch
harus masing-masingnya diakhiri dengan sebuah pernyataanbreak
. - Secara pilihan, sebuah blok
switch
bisa berisi sebuah pernyataandefault
yang menentukan pernyataan-pernyataan yang dijalankan ketika ditemukan ketidakcocokan. - Kata kunci
for
diikuti dengan tanda kurung yang berisi sebuah penginisialisasi, ungkapan uji, dan penambah cacah untuk mengendalikan sebuah perulangan. - Kata kunci
while
diikuti dengan tanda kurung uang berisi sebuah ungkapan uji untuk menentukan apakah sebuah perulangan sebaiknya berlanjut atau tidak. - Sebuah blok perulangan
while
harus didahului dengan sebuah penginisialisasi dan mengandung sebuah penambah cacah di dalam blok pernyataannya. - Kata kunci
do
yang diikuti dengan sebuah blok pernyataan yang kemudian harus ada sebuah pernyataanwhile
dengan akhiran sebuah tanda titik koma (semi-colon). - Sebuah perulangan
do while
harus didahului oleh sebuah penginisialisasi dan mengandung sebuah penambah cacah di dalam blok pernyataannya. - Tidak seperti perulangan
for
danwhile
, pernyataan-pernyataan dalam perulangando while
akan selalu dijalankan setidaknya sekali. - Kata kunci
break
bisa digunakan untuk menghentikan sebuah perulangan, sedangkan kata kuncicontinue
bisa digunakan untuk melewatkan iterasi tunggal. - Perulangan-perulangan bisa bentuknya bersarang dan kata kunci
goto
bisa digunakan untuk keluar atau melompat ke sebuah label tertentu, walaupun penggunaannya tidak direkomendasikan.
Daftar Pustaka
- Kernighan, Brian W. & Ritchie, Dennis M. (1988). The C Programming Language. New Jersey: Prentice Hall.
- Griffiths, David & Griffiths, Dawn (2012). Head First C. California: O’Reilly.
- McGarth, Mike (2012). C Programming: Grasp the Nuts and Bolts of Programming. Warwickshire: In Easy Steps Ltd.
- Stevanovic, Milan (2014). Advanced C and C++ Compiling: An Engineering Guide to Compiling, Linking, and Libraries using C and C++. California: Apress.